Pertemuan pertama yang kini ku sebut takdir. Kejadian demi kejadian yang malah membuatku jatuh cinta kepadamu. Aku salah, karena waktu itu aku memiliki kekasih. Namun, tak berjeda lama kekasihku memutuskan ku demi wanita lain. Sakit? Sebenarnya iya, namun saat itu ada kamu.
Aku pikir kedekatan kita tak akan berlangsung lama. Ya, karena kita berbeda kota. Ternyata aku salah. Bahkan sampai detik ini kita pun masih berhubungan baik. Sangat baik.
Sejujurnya ketika aku mengetahui kamu memiliki kekasih, rasanya hati ini seperti kamu jatuhkan dari langit. Hancur berkeping-keping. Bahkan rasanya lebih sakit dibanding saat aku putus cinta. Saat itu yang aku pikirkan hanya ingin pergi dari mu. Pergi jauh, tanpa mengganggu kehidupanmu apalagi aku harus merusak hubungan kalian. Aku pikir melupakanmu akan lebih baik.
Tetapi ketika keinginan tak berjalan seiring kenyataan, ya kamu mencari ku kembali. Aku yang saat itu sudah mulai menerima kembali terjatuh lagi. Aku tak mengerti apa mau mu saat itu. Lalu tak berselang lama kita bertemu kembali. Kau menceritakan semuanya. Aku pikir saat itu aku bodoh karena bisa menerima semua ceritamu. Apa aku cinta buta padamu?
Sejak pertemuan itu, hubunganku dengan mu baik-baik saja. Pembicaraan demi pembicaraan berjalan lancar. Kau bercerita tentang hidupmu, keluh kesahmu, masalahmu, dan semua yang terjadi kepadamu. Semakin kamu bercerita semakin aku tak bisa meninggalkan kamu. Ya, aku tak bisa meninggalkanmu yang sedang banyak masalah ataupun tekanan dalam hidupmu. Mana aku tega? Sedangkan kamu selalu membantuku jika aku sedang sama sepertimu.
Terkadang aku tak mengerti apa mau mu kepadaku. Kamu memiliki kekasih yang bisa kamu temui setiap saat. Sedangkan aku, untuk bertemu pun belum tentu bisa setiap bulan. Bahkan ini sudah lebih dari 6 bulan. Kamu tetap menahanku. Kamu pun berkata sayang kepadaku, dan aku cinta kamu. Begitu mudahnya kah kamu ucapkan?
Semakin aku tak mengerti, dengan semua perhatianmu kepadaku. Kamu meneleponku hanya bertanya kabar, atau meminta maaf karena kamu sibuk kerja. Iya, kepadaku kamu melakukannya. Aku, yang bukan siapa-siapa mu. Malah kamu bercerita jika kamu jarang berkomunikasi dan bertemu dengan kekasihmu. Aku merusak?
Sampai detik ini aku tak mengerti apa mau mu. Kenapa kamu mempertahankan aku, dan ketika aku mencoba menghilang kamu kembali mencari ku. Tapi tenang, aku sudah bisa menerima keadaan kamu memiliki kekasih, dan aku tak pernah berusaha merusak hubungan kalian.
Aku jatuh cinta kepadamu sejak pertama bertemu hingga detik ini. KepadaNya aku berdoa yang terbaik untuk kita. Entah kamu akan bersamanya, bersamaku, atau tidak keduanya sama sekali. Aku akan terima.
Kepadamu aku jatuh cinta, T!
Dari yang sedang terjebak dalam cintamu.
T? Tommy? Tian? Teddy? ahaha, semoga bisa mengungkapkan langsung suatu hari ya. :D
BalasHapusselamat Hari Kasih Sayang
Semoga cepat menemukan cinta :)
BalasHapus