Hai kembaran aku, eh bukan kembaran sih. Kita berbeda hampir setahun. Ah ya, hanya karena sifat kita 80% mirip sih. Kehidupan kita juga ga beda jauh. Sama sama anak tunggal, kesepian, orang tua sibuk, yah seperti itu lah.
Sudah hampir setahun ini mengenalmu, dan aku merasa sangat mengerti kamu. Ya lagi-lagi karena sifat kita mirip maka aku tahu cara menghadapimu. Di kala kamu sedih, kesal, marah, bosan, bete, dll. Aku menghadapi kamu sama seperti yang aku ingin ketika orang menghadapiku.
Kita tinggal berjauhan, kamu di Ibukota aku di Daerah Istimewa. Terakhir bertemu, Juli 2014. Lama sudah. Ya, pertemuan pertama kita yang bisa disebut takdir daripada kebetulan. Berlanjut hingga detik ini.
Kita berbeda jenis kelamin, jadi ya ga bisa murni hanya teman. Saudara? Iya itu kan mama kamu yang sebut. Padahal aslinya ga kaya saudara ya? :D
Semakin hari aku semakin tahu tentang kamu, begitu juga kamu tentangku. Terkadang kamu bercerita tentang pekerjaanmu yang berat, mama mu yang tak suka pekerjaanmu, atau bercerita tentang kekasihmu. Iya kamu punya kekasih, walaupun jarang kamu ceritakan.
Selain itu, ada masalah-masalah pribadi lain yang kamu ceritakan kepadaku. Entah hanya sekedar chat, atau kamu telepon sambil bercerita menggebu. Terkadang aku pun tahu kamu sedih dan berat menjalani kehidupanmu, padahal kamu punya segalanya.
Tapi tenang sayang, kan aku sudah bilang hidup kita tak berbeda jauh. Aku tahu apa yang kamu rasakan. Hidup tak selamanya mulus kan? Selagi kamu berusaha keras, dan kamu bisa buktikan kamu mampu, semua akan terlihat hasilnya nanti. Sama seperti yang kamu bilang kepadaku, jika aku sedang merasa sepertimu.
Kamu pernah bilang padaku, kalau aku butuh tempat cerita aku bisa mencari kamu. Begitu pula kamu. Ya kita memang tak bisa selalu bertemu. Tapi kamu tetap bisa ceritakan segala keluh kesahmu, masalahmu, atau sekedar bercerita tentang yang kamu jalani hari itu.
Kalau kamu cari yang cantik dan kaya, aku mundur. Tapi kalau kamu cari yang sabar, pendengar yang baik, yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanmu kamu bisa cari aku.
Aku kangen kamu sayangku. Cepat luangkan waktu mu dan kita bisa bertemu. Maaf kan aku yang juga tak bisa mengunjungimu.
Tapi.. kalau kamu butuh aku, aku selalu ada kok :)
- Terkadang kita bisa hanya sebagai teman, saudara, tempat adu mulut bahkan seolah tak kenal. Tapi kita juga bisa seperti sepasang kekasih ketika saling mengucap sayang, rindu akan temu dan muak akan jarak.
Sedikit menghilangkan penat dengan tumpukan aksara yang tersusun rapi dalam suratmu :)
BalasHapus