Sabtu, 14 Februari 2015
Kepadamu Aku Jatuh Cinta
Rabu, 11 Februari 2015
Hai, Kembaran!
Hai kembaran aku, eh bukan kembaran sih. Kita berbeda hampir setahun. Ah ya, hanya karena sifat kita 80% mirip sih. Kehidupan kita juga ga beda jauh. Sama sama anak tunggal, kesepian, orang tua sibuk, yah seperti itu lah.
Sudah hampir setahun ini mengenalmu, dan aku merasa sangat mengerti kamu. Ya lagi-lagi karena sifat kita mirip maka aku tahu cara menghadapimu. Di kala kamu sedih, kesal, marah, bosan, bete, dll. Aku menghadapi kamu sama seperti yang aku ingin ketika orang menghadapiku.
Kita tinggal berjauhan, kamu di Ibukota aku di Daerah Istimewa. Terakhir bertemu, Juli 2014. Lama sudah. Ya, pertemuan pertama kita yang bisa disebut takdir daripada kebetulan. Berlanjut hingga detik ini.
Kita berbeda jenis kelamin, jadi ya ga bisa murni hanya teman. Saudara? Iya itu kan mama kamu yang sebut. Padahal aslinya ga kaya saudara ya? :D
Semakin hari aku semakin tahu tentang kamu, begitu juga kamu tentangku. Terkadang kamu bercerita tentang pekerjaanmu yang berat, mama mu yang tak suka pekerjaanmu, atau bercerita tentang kekasihmu. Iya kamu punya kekasih, walaupun jarang kamu ceritakan.
Selain itu, ada masalah-masalah pribadi lain yang kamu ceritakan kepadaku. Entah hanya sekedar chat, atau kamu telepon sambil bercerita menggebu. Terkadang aku pun tahu kamu sedih dan berat menjalani kehidupanmu, padahal kamu punya segalanya.
Tapi tenang sayang, kan aku sudah bilang hidup kita tak berbeda jauh. Aku tahu apa yang kamu rasakan. Hidup tak selamanya mulus kan? Selagi kamu berusaha keras, dan kamu bisa buktikan kamu mampu, semua akan terlihat hasilnya nanti. Sama seperti yang kamu bilang kepadaku, jika aku sedang merasa sepertimu.
Kamu pernah bilang padaku, kalau aku butuh tempat cerita aku bisa mencari kamu. Begitu pula kamu. Ya kita memang tak bisa selalu bertemu. Tapi kamu tetap bisa ceritakan segala keluh kesahmu, masalahmu, atau sekedar bercerita tentang yang kamu jalani hari itu.
Kalau kamu cari yang cantik dan kaya, aku mundur. Tapi kalau kamu cari yang sabar, pendengar yang baik, yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanmu kamu bisa cari aku.
Aku kangen kamu sayangku. Cepat luangkan waktu mu dan kita bisa bertemu. Maaf kan aku yang juga tak bisa mengunjungimu.
Tapi.. kalau kamu butuh aku, aku selalu ada kok :)
- Terkadang kita bisa hanya sebagai teman, saudara, tempat adu mulut bahkan seolah tak kenal. Tapi kita juga bisa seperti sepasang kekasih ketika saling mengucap sayang, rindu akan temu dan muak akan jarak.
Kamis, 05 Februari 2015
Surat Cinta Untuk Kalian
Rabu, 04 Februari 2015
Hey, kamu!
Pacar pertamaku.
Perkenalan pertama kita sekitar 7 tahun yang lalu. Melalui grup chatting SMA. Iya, kamu kakak kelasku sewaktu SMA. Kata teman-temanmu kamu nakal. Tapi mereka heran, kenapa aku mau sama kamu. Hahahaha
Selasa, 03 Februari 2015
Hati
Dari kemarin aku menulis surat cinta untuk orang lain, kali ini aku ingin menulis untukmu. Kamu yang bersedia terluka karena aku.
Semoga hari ini dan seterusnya kamu baik-baik saja ya. Sesungguhnya aku sudah tak mau membuatmu terluka lagi, aku pun sudah lelah. Tapi terkadang kenyataan tak seperti yang diinginkan, lagi-lagi kamu terluka. Aku sedang berusaha membuatmu senang, selalu bahagia, dan berusaha mencari seseorang yang bisa mengisi kamu dengan kebahagiaan. Tapi sabar ya, semua butuh waktu dan tak bisa langsung ketemu.
Hatiku, semoga kamu bahagia selalu!
Minggu, 01 Februari 2015
Telepon
Akhir-akhir ini aku harus semakin bersahabat dengannya hanya untuk sekedar menunggunya berbunyi. Meskipun sewaktu berbunyi terkadang nama yang tertera bukanlah yang aku inginkan.
Aku ingin namamu yang tertera di layar handphone ku.
Ku akui jarak memang menjadi salah satu penghalang. Bukan aku tak mau bertemu, tapi ya ada saja halangan. Begitupun kamu, yang terlalu sibuk kerja. Waktu menjadi alasan juga untuk bertemu, karena tak mungkin hanya sehari dua hari disamping waktu kerjamu yang tak menentu.
Tapi hari ini aku senang. Kamu meneleponku ketika sambil nyetir -ini jangan di contoh :p- , lalu kamu menjawab salam dan kamu tiba-tiba bertanya, 'suara di speaker dan kata-kata di layar ngga cukup kan?' dengan malu-malu aku menjawab, 'iya' . Setelah itu kamu kembali bertanya, 'lalu harus gimana?' aku kembali menjawab, 'ketemu' sambil kulanjutkan dengan tawaku yang katamu terdengar senang sekali.
Ya, aku senang mendengar suaramu pagi ini. Walaupun lagi-lagi aku harus sabar untuk bertemu denganmu. Dilanjutkan kamu bercerita apa yang terjadi semalam dan menceritakan apa yang akan kamu lakukan hari ini. Hari ini kamu kerja, dan akan sangat sibuk dua hari ini. Setelah itu, kamu bertanya aku sedang apa, hari ini apa yang aku lakukan, sudah makan belum. Akhirnya kamu memutuskan untuk menutup telepon karena akan masuk tol -lagi2 jangan di contoh nyetir sambil telepon-
Terlihat sederhana ya sebenernya, tapi mengena. Ya karena kita tak bisa sering bertemu. Tapi aku cukup senang dengan perhatianmu, sekedar bertanya kabar atau malah meminta maaf karena tak sempat memberi kabar.
Setelah selesai percakapan kita, aku pun termenung, aku berpikir. Padahal aku bukan siapa-siapa kamu, dan kamu pun memiliki kekasih. Tapi kenapa seperti ini, dan sudah hampir setahun begini.
Apa aku bodoh dan harus meninggalkanmu? Namun aku tak sanggup, sama sepertimu.