Sabtu, 31 Januari 2015

9 Tahun Untuk Selamanya

Halo kalian yang aku sayang banget. Nggak terasa ya sudah 9 tahun sejak pertama kali kita kenal. Dari yang awalnya ga deket-deket banget, sampe sekarang ya begini lah kita.

Kita yang yah, sudah tau lah jeleknya masing-masing. Tapi masih berusaha memaklumi sehingga kita bisa berjalan sejauh ini dengan baik-baik saja.

Sekarang kita sudah punya jalan masing-masing ya. Fenti sama Hari sudah bersiap berjuang kerja di BPK lalu berpindah ke Makassar. Buat Amon ya masih di Jogja aja sepertinya sampai waktu yang belum ditentukan. Saya sendiri? Ya masih di Jogja aja lah ga kemana-mana.

Terima kasih banyak untuk kalian, yang sampai detik ini kita masih berusaha menyempatkan bertemu walaupun hanya untuk makan, jalan, ataupun nggosip. Namun terkadang kita juga tak sempat bertukar kabar, apalagi bertukar cerita dalam waktu lama.

Terima kasih banyak juga yang selalu ada untukku ketika keadaanku sedang tak baik, entah hanya untuk berbagi cerita, atau sekedar menemaniku, ataupun berusaha menyenangkan aku.

Jika nanti kita sudah sulit bertemu, kita sudah berbeda tempat tinggal, kita sudah menemukan orang-orang baru, jangan lupa kalau kita ada ya :)

Beri kabar juga jika kalian sudah menemukan pasangan hidup. Kita semua ingin tahu siapa yang akan menikah pertama diantara kita :D

Lucu kan misal kita nanti jalan bareng dengan pasangan dan anak-anak kita :))))

Kalian yang bukan lagi aku anggap teman, lebih dari itu. Aku sayang kalian, sayang banget.

9 years and still counting...

Deamon Sakaraga (@dsakaraga) - Fenty Tri Wulandari (@fentiwulan) - Hari Prawira Dani (@HariLumos)

Kita yang berasal dari kelas yang sama saat SMA, dan sekarang kita memiliki jalan yang berbeda untuk mencapai yang kita inginkan, namun kita tetap orang yang sama sampai kapanpun.

Jumat, 30 Januari 2015

Ibukku Sayang

Selamat pagi ibukku yang sedang pulang kampung.
Ibuk tau nggak, sebenernya banyak yang pengen aku ceritakan sama ibuk. Tapi aku ngga pernah bisa memulainya. Entah sudah banyak ketakutan-ketakutan yang aku bayangkan sebelumnya.
Kenapa aku begini, ya karena memang kita sebelumnya enggak deket kan buk. Jarang ngobrol. Maaf ya buk.

Sejujurnya, dari dulu aku pengen pindah kuliah buk. Tapi dulu aku mikir kok eman-eman udah bayar mahal. Makanya aku pilih lanjutin aja, tapi ternyata pilihanku salah. Aku gak bisa ngelanjutin sampai selesai, bahkan udah hampir 7 tahun ini. Salah besar sebenernya, dan telat.

Aku bukan gak mau buk nyelesein yang tinggal sedikit lagi. Tapi ya entah rasanya jiwanya memang ngga ada disitu. Maaf ya buk, aku yang umur segini belum bisa bikin ibuk seneng. Malah kayanya banyak bikin kecewanya.

Nah.. sebenernya inti dari yang aku tulis ini. Aku pengen keluar aja dari kuliah yang sekarang. Nanggung, iya banget. Tapi daripada enggak sama sekali. Atau malah aku gak bisa dapet gelar sarjana sama sekali.

Sekarang, ku pikir mau kuliah dimana saja itu sama. Gak ada beda, tinggal manusianya yang menjalankan kan? Jadi semisal aku S1 di kampus yang biasa aja ya gapapa kan? Tapi nanti aku bisa S2 di kampus yang baik, atau mungkin bisa di UGM lagi.

Kalo ibuk mengijinkan, aku mau keluar. Cari kampus yang biasa-biasa aja. Target umur 30/31 udah selesai S2. Ya satu masalah mungkin biaya, makanya mau cari yang biasa aja. Toh aku sambil kerja juga gapapa kok.

Maaf ya buk. Aku belum sanggup buat cerita langsung, tapi nanti kalo ibuk udah pulang aku pasti cerita.

Ohya, buk. Aku mau kuliah Hukum dan S2 nya Kenotariatan. Aku masih pengen itu buk dari dulu. Bukankah menjalani apa yang diinginkan lebih menyenangkan daripada menjalani sesuatu tapi merasa dipaksakan?

Ibuk, meskipun aku gak pernah mengucapkan langsung. Tapi, i love you so much. Di setiap waktu, setiap langkah, dan dimanapun akh berada aku selalu ingat ibuk.

Hello, you.

Hai, Sayang :)

Sejak kemarin kamu tak berkabar, aku pun tak berharap kamu segera memberiku kabar. Karena aku pikir, aku bukanlah yang begitu penting untukmu yang harus selalu kamu beri kabar.

Sampai aku terlelap dan terlupa, tadi kamu meneleponku hanya untuk meminta maaf karena baru sempat memberi kabar. Kamu tahu? Aku senang. Merasa bahwa aku masih ada disebagian pikiranmu.

Kamu yang bukan milikku, kerja baik-baik disana. Jangan lupa jaga kesehatan. Kamu masih punya banyak mimpi yang ingin kamu capai, walau mungkin tak bisa kita capai bersama.