Kamis, 07 Mei 2015

1 Hari Pertama di Usia 24 Tahun

Lama tidak mengisi laman ini, sekarang saya mau bercerita tentang kejadian seminggu yang lalu. Ya cerita kali ini nyata :)

29 April 2015. Waktu itu saya genap 24 tahun. Ya semakin tua saya sudah hehehe. Hari itu juga, saya mendapatkan the best birthday gift ever selama hidup saya. Lebay ya? Iya sih, tapi memang waktu itu saya senang sekali.

Tepat jam 12 malam, saya dibangunkan orang tua saya. Mereka memberikan kue ulang tahun dan ucapan selamat serta doa yang mereka harapkan untuk saya. Satu persatu teman-teman saya mengucapkan, mulai dari telepon, di social media atau sekedar chat bbm saya. Terima kasih teman-teman untuk doa terbaiknya. Sudah saya aamiin - kan. Semoga bisa terkabul doa baik kalian semua.

Setelah itu, saya memutuskan untuk tidur kembali. Ah ya tapi sebelumnya saya di chat seseorang, bukan untuk mengucapkan selamat. Tapi ya saya tetap antusias membalasnya. Sayangnya, saya malah jadi susah tidur hingga pagi.

Sekitar jam 5 pagi saya sudah siap-siap, sudah mandi dan berbenah diri. Pagi sekali ya? Ya, saya akan menjemput seseorang. Seseorang yang chat saya beberapa jam lalu. Bergegas lah saya menuju bandara karena ia mendapat flight pagi.

10 bulan lamanya saya tak bertemu dengannya, tak bertatap muka. Hanya berkomunikasi via telepon, chat, atau sekedar bertukar foto. 10 bulan lalu saya datang tepat di hari ulang tahunnya, dan kini ia datang tepat di hari ulang tahun saya. Kini, kita akan segera bertemu kembali.

Rasanya perjalanan ke bandara cukup panjang, ditambah macet. Ia pun sudah memberi kabar jika sudah sampai jogja dengan selamat. Waktu terus berjalan, akhirnya sampai juga saya di bandara. Saya memilih untuk parkir di pintu kedatangan luar. Ya agar saya bisa santai mencari nya yang entah ada di sebelah mana.

Waktu itu saya sudah tidak sabar untuk segera menemui nya. Eskalator rasanya berjalan lambat dan saya berlari, padahal kata dia santai saja agar dia bisa merokok lebih lama. Yah, dia perokok. Salah satu jenis manusia yang sebisa mungkin saya jauhi selama ini.

Sambil saya berjalan, saya menghubungi nya bertanya dimana posisi nya agar saya mudah mencarinya. Sayangnya dia memberi lokasi di Circle K dan saya gatau kalo di bandara ada CK hahaha. Oke, tak lama CK ketemu, saya pikir dia ada di dalam CK. Dari kejauhan ada yang memanggil nama saya. Saya menengok, dan ya itu dia!

Dia yang saya tunggu kedatangannya sekarang ada di depan saya. Baju biru langit, celana pendek selutut, sepatu boots, bowler hat hitam dengan barang bawaan kamera, tripod dan tas gunung. Entah apa yang ada dipikiran saya waktu itu, saya berlari mendekatinya, tersenyum lebar dan memeluknya. Ya, saya sangat merindukannya.

Ya, kami bertemu kembali setelah 10 bulan lamanya.

Lalu kami berjalan menuju mobil, dia sembari memeluk saya dan mencium kepala saya dengan hangat. Dia masih orang yang sama sejak saya mengenalnya setahun yang lalu. Tak ada yang berubah darinya pun dengan perlakuannya pada saya.

Sesampainya di rumah, ia sarapan dan saya bersiap-siap untuk ke kampus. Dari awal dia berjanji akan mengantar dan menemani saya ke kampus. Tentu lah dengan pakaian seperti itu, dia jadi perhatian orang-orang di kampus.

Setelah selesai urusan kampus, kami memutuskan untuk jalan-jalan dan saya bertemu dengan beberapa teman saya karena ada perlu. Dia menemani dengan baik kemanapun saya ingin. Berkeliling jogja yang ia rindukan. Hingga jam 11 malam.

Dia, satu-satunya laki-laki yang orang tua saya percayakan membawa saya pergi hingga larut malam yang bahkan pacar saya terdahulu tak mendapatkan ijin. Ya, dia yang bukan keluarga saya.

Saya, menyayanginya dengan sangat. Dia yang terkadang bisa jadi teman untuk saya bercanda atau saling memaki, menjadi sahabat yang bisa menegur saya jika saya salah, menjadi kakak yang saya butuhkan jika saya sedang down dan memberi saya masukan, and as a lover meskipun dia bukan kekasih saya.

Kedatangannya yang saya tunggu, dan melebihi dari hadiah yang ia berikan kepada saya.

Dia..
The best and superb birthday gift ever :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar